December 1, 2011

Telegram dari Surga

Tepat hari ini dunia memperingati Hari AIDS. Tepat setahun kemarin, aku berniat setaun lagu harus menulis sesuatu tentang HIV-AIDS, tapi ternyata hanya sebatas niat, ah .

Zia Muthi Amrullah
Jadi untuk mengalihkan kecewaku pada diriku sendiri, kali ini akan ku bagi sebuah puisi tentang AIDS, satu, yang paling ku suka. Karya Zia Muthi Amrullah ini ditulis dan dibacakan pada Malam Renungan AIDS Nasional (MRAN) tanggal 20 Mei 2008 di Taman Bungkul Surabaya.

Telegram dari Surga

Sesuatu yang paling indah adalah masa kecilku yang nakal
Saat itu ibu dan bapak sangat menyayangiku
Setiap malam sambil mengusap-usap rambutku
Ibu membacakan dongeng si Kancil
Agar aku lekas tidur agar aku tidak kesiangan tuk berangkat ke sekolah

Sesuatu yang paling tak terlupakan
Saat itu jarum jam dinding rumah sakit menunjukkan pukul 10 pagi
Aku baru saja minum anti retroviral dengan segelas air putih
Anehnya aku melihat kakek dan nenekku yang sudah meninggal lima tahun yang lalu berdiri di depan pintu kamarku
Mereka tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya

ada apa ini
mengapa ku lihat sendiri tubuhku terbujur kaku
apa yang terjadi denganku
kulihat ibu dan saudara-saudaraku mengguyur tubuhku dengan air kembang
dan membalut tubuhku dengan kain kafan
namun aku tidak bisa berbuat apa-apa
saat itu mulutku terkunci

mengapa disekitarku
banyak orang membacakan firman-firman Tuhan
banyak orang menangis sambil mengguncang guncang tubuhku yang diam

Ibu,
Saat menulis telegram ini, aku bingung harus nulis apa
tubuh yang pernah kau timang ini hanya bisa menderaskan air mata
aku kangen bu aku rindu sama ibu, sama bapak
titip salam juga buat adik-adik,
maafkan kakak yang belum bisa menjadi kakak yang baik.

sampaikan salam buat para dokter yang selama ini merawatku
Yang begitu sayang dan perhatiannya kepadaku

Bu
sampaikan salam
Kepada sahabat-sahabat aktivis peduli ODHA
Terima kasih sejuta kasih
Bersama kalian aku bisa mengubah cara pandangku terhadap kehidupan
Life is beautiful
Hidup itu indah
Itu yang kalian katakan pertama kali
Ketika semangat hidupku mulai sirna
Ketika aku sudah ingin mengakhiri hidupku
Life is beautiful
Semoga kebaikan kalian mendapatkan senyuman Tuhan

Bunda
Di sini
Di surga ini
Tuhan mengungkapkan segala rahasiaNya
HIV dan AIDS adalah malaikat kecil yang dikirim Tuhan
Untuk mengikis habis dosa-dosaku

Dengan virus itu
Tuhan mengajariku tentang satu bab keikhlasan,
Dan Bab kedua itu adalah pilihan hidup dan pertanggung jawaban

Dengan virus itu
Tuhan mempertanyakan sejauh mana pengorbanan cinta dan kesetiaanku padaNya ketika aku diuji coba untuk lowongan masuk surga

Dan itu semua membuktikan bahwa Tuhan punya banyak cara untuk menyayangi hambaNya

Meski dunia kita berbeda
hendaknya kita saling bertegur sapa
dalam mimpi yang indah
dan tidur yang terjaga
mentari pagi menyanyikan lagu semangat untuk hidup
dan terbenamnya menceritakan
bahwa kematian datang dengan pasti melalui berbagai cara

katakan pada mereka
buat hidup kita lebih berarti di dunia ini

dari anakmu
di surga

Bagaimana? Aku tidak perlu panjang lebar mereview puisi ini, aku tau kamu pasti juga merasakan apa yang aku rasakan, seperti katanya life is beautiful karena Tuhan selalu menyayangi hambaNya .

0 comments:

Post a Comment